Now Reading:
Agar Tak Salah Pilih Skincare, Kenali Dulu Perbedaan ‘Purging’ dan ‘Breakout’
Full Article 3 minutes read

Agar Tak Salah Pilih Skincare, Kenali Dulu Perbedaan ‘Purging’ dan ‘Breakout’

kholic.idPurging dan Breakout memang terlihat sama karena keduanya ditandai oleh jerawat. Namun sebenarnya keduanya sangatlah berbeda.

Beberapa dari kalian mungkin masih mengalami kesulitan membedakan jerawat purging dan breakout. Hal ini membuat kalian bingung dalam membeli produk skincare. Tidak banyak yang tahu kalau tidak semua produk skincare dapat menyebabkan purging. Maka dari itu, mulai sekarang kenali perbedaan purging dan breakout.

Apa itu purging?

Purging adalah istilah dalam dunia kecantikan yang berasal dari kata purge yang berarti pembersihan. Pada fase awal penggunaan skincare atau fase mengubah produk skincare dari yang biasa digunakan ke produk baru, mungkin akan mengalami proses yang dinamakan purging. Secara medis, purging adalah sebuah kondisi yang timbul akibat penggunaan kosmetik atau bahan kimia.

Namun, tidak semua produk skincare dapat menyebabkan purging. Bahan-bahan aktif yang dapat menyebabkan purging termasuk AHA, BHA, PHA, vitamin C, Retinoid, benzoyl peroxide, serta beberapa jenis scrub. Bahan-bahan tersebut memiliki kemampuan penetrasi ke dalam kulit untuk membersihkan dan memperbaiki lapisan bawah kulit. Bahan-bahan ini bisa mempercepat pertumbuhan sel kulit sehingga kulit akan tampak seperti bersisik dan tampak seperti memiliki benjolan kecil yang biasanya akan menghilang tanpa adanya fase kemerahan, bengkak, atau radang pada kulit.

Perbedaan Purging dan Breakout

Membedakan purging dan breakout memang tidak mudah, karena penampilan keduanya sama-sama ditandai oleh jerawat. Namun, purging itu sendiri adalah proses percepatan regenerasi kulit. Nantinya, microcomedone yang berada di bawah kulit akan berubah menjadi whitehead, blackhead, dan juga jerawat yang muncul di permukaan kulit dalam waktu yang jauh lebih cepat. Namun perlu diingat, tanda-tanda purging umumnya hanya berlangsung sementara, yaitu sekitar 2-3 minggu. Setelah itu, kulit wajah akan menjadi lebih bersih dan sehat.

Penampilan breakout hampir sama dengan purging, yakni dengan munculnya jerawat dan komedo. Namun, jika jerawat atau komedo di kulit tidak hilang atau bahkan memburuk dalam waktu maksimum 8 minggu, maka ini baru disebut breakout. Breakout sendiri adalah reaksi penolakan karena ketidakcocokan kulit dengan konten dalam produk. Selain itu, breakout juga bisa terjadi karena eksfoliasi berlebihan. Jadi, kamu perlu lebih berhati-hati saat menggunakan produk eksfoliasi kulit. Pastikan penggunaan scrub wajah hanya maksimal dua kali seminggu. Kamu juga dapat menggunakan hydrating toner setelah menerapkan exfoliating toner ke kulit.

Mengatasi Kulit Purging setelah Menggunakan Produk

Untuk mengatasi purging, sebaiknya kurangi kadar skincare yang biasa digunakan. Jadi, jangan buru-buru panik atau berpikir yang tidak-tidak dulu dengan kondisi keadaan kulit berjerawat atau beruntusan yang kamu alami ketika awal-awal menggunakan skincare. Ini bisa menjadi fase atau proses purging. Namun, jika itu terjadi lebih dari 4 minggu, kamu harus segera memeriksakannya ke dokter kulit.

Jika produk skincare yang kamu pakai mengandung bahan aktif seperti hydroxy acids (AHA, BHA), vitamin C, retinoid, benzoyl peroxide, dan bahan exfoliator lainnya, mungkin pemakaiannya bisa dijeda terlebih dahulu. Karena bisa jadi saat itu kulit tengah bereaksi untuk menyesuaikan diri (purging). Jadi, jangan terburu-buru membuang produk tersebut. Namun, jika produk yang kamu pakai berupa moisturizer atau cleanser yang tidak mengandung bahan aktif, ada baiknya pemakaian produk tersebut segera dihentikan agar breakout tidak semakin parah dan berlangsung lama.

Sumber: avoskinbeauty

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.