Now Reading:
5 Fakta Salicylic Acid VS Jerawat yang Harus Diketahui
Full Article 2 minutes read

5 Fakta Salicylic Acid VS Jerawat yang Harus Diketahui

kholic.id – Dari sekian banyak zat asam (acid) yang terkandung dalam skincare, salicylic acid sering ditemukan sebagai bahan utama produk pencegah jerawat dan masalah pori seperti komedo (blackhead, whitehead).

Sebagai zat acid yang aman bagi kulit, penggunaan salicylic acid kini semakin marak untuk bahan utama skincare. Akan tetapi, apa sebenarnya salicylic acid? Apa kegunaan sebenanrnya dan bagaimana cara kerjanya? Apakah benar bisa mengobati jerawat dan masalah kulit lainnya?

Berikut 5 fakta seputar salicylic acid dan jerawat yang kami lansir dari majalah Elle.

1. Apa itu salicylic acid?

Salicylic acid adalah zat derivasi langsung dari beta-hydroxyl acid yang didapat dari pohon Willow. Kandungan asam dari minyaknya dapat menyerap ke dalam pori.

2. Dalam bentuk apa saja salicylic acid bisa dan aman dipakai?

Biasanya, salicylic acid dipakai sebagai obat bagi beberapa maslaah kulit seperti jerawat, ketombe di kulit kepala, penyakit kulit seborrheic dermatitis, dan penyakit kulit lainnya. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, salicylic acid dihadirkan dalam bentuk krim, cleanser, toner, dan cairan pembersih lainnya.

3. Apa kegunaan salicylic acid?

Salicylic acid merupakan zat antiradang, mampu mengeksfoliasi (mengelupas) sel kulit mati yang ada di kulit tubuh dan kepala, antijamur, dan antibakteri.

Zat salicylic acid yang mampu meresap ke dalam lapisan pori dapat melonggarkan pori yang tersumbat dengan cara memecah lapisan sel kulit mati, melembutkannya, dan membantunya ‘lepas’ dari lapisan kulit yang baru.

4. Tipe jerawat seperti apa yang bisa dibasmi oleh salicylic acid?

Zat salicylic acid sangat berguna untuk setiap jenis kulit apapun yang bermasalah dengan penyumbatan pori.

Pori yang tersumbat dapat menyebabkan komedo hitam (blackhead) yang akhirnya memicu peradangan di lapisan bawah kulit dan menimbulkan jerawat, whitehead (komedo yang ‘tertutup’ alias bruntusan), dan penyakit kulit seperti cyst. Dengan membantu melepaskan penyumbatan pori, salicylic acid dapat membersihkan wajah dan kulit secara menyeluruh dengan aman dan tanpa iritasi.

5. Siapa yang tidak dianjurkan menggunakan salicylic acid?

Zat salicylic acid yang bersifat asam sebaiknya dihindari dari luka kulit yang terbuka karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.

Salicylic acid juga sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan produk skincare yang mengandung retinol, tretinoin, adapalene, benzoyl peroxide, dan zat acid lain yang miliki fungsi mengeksfoliasi kulit. Pengelupasan kulit yang terlalu ektrem dengan beberapa zat ekfoliasi sekaligus dapat menyebabkan kulit menjadi tipis, iritasi, hingga kemerahan.

Sumber: elle

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.