Now Reading:
Layanan VOD Dramafever Resmi Tutup pada 16 Oktober 2018, Ini Komentar Netizen
Full Article 2 minutes read

Layanan VOD Dramafever Resmi Tutup pada 16 Oktober 2018, Ini Komentar Netizen

kholic.idDramaFever, layanan VOD di bawah perusahaan Warner Bros, secara resmi menutup layanannya pada 16 Oktober 2018.

Hari ini, jika mengakses laman DramaFever, akan tertulis bacaan seperti di bawah ini.

Terima kasih atas sembilan tahun ini

Sejak 16 Oktober, DramaFever telah ditutup.

Selama sembilan tahun, DramaFever telah menjadi tempat yang menawarkan tontonan streaming untuk drama-drama terbaik, Korea, Mandarin, dan Jepang, lewat perangkat kalian. Kami berterima kasih pada semangat para penggemar kami dan merupakan suatu kehormatan mengantar pada kalian konten ini.

Meski keputusan ini sulit, ada banyak alasan bisnis yang membuat kami memutuskan hal ini. Kami berterima kasih pada setiap para penggemar dan semangat kalian untuk konten di DramaFever yang mampu kami bawa ke dalam hidup kalian.

Kami mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih dan merasa bersyukur terhadap kalian, subscribers setia kami. Kami akan melakukan pengembalian dana dan subscribers akan menerima email dari kami dengan detailnya beberapa hari ke depan.

Dengan hormat,

Tim DramaFever

Tim kholic mengumpulkan beberapa komentar netizen dari Twitter terkait masalah ini dengan tagar #dramafevershutdown. Berikut adalah komentar-komentarnya.

“Oke terus kenapa penutupan DramaFever dilakukan tanpa pemberitahuan. Aku baru saja memperbarui kontrak tahunan! Tapi yang paling penting, di mana sekarang aku bisa menonton kdrama?!!”

“APA! Lalu dimana aku mendapatkan versi kdrama dengan dubbing bahasa Spanyol dan memaksa ibuku menonton bersamaku?!!!”

“Please comeback😭😭😭😭😭💘we love you 😭😭😭😭COME BACK DRAMA FEVER YOU’RE NOT ALONE 😭😭 “

Netizen banyak memberikan komentar sedih terkait penutupan tersebut, terlebih hal ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Lewat media forbes, dikatakan Dramafever selama sembilan tahun ini harus bersaing ketat dengan layanan VOD berbayar lainnya (seperti Viki, Ntflix, dan Hulu) serta layanan streaming bajakan yang gratis (seperti drama**** atau ****asian)

Meski layanan VOD ini hanya bisa diakses di AS, Kanada, dan beberapa negara Amerika Selatan, isu ini cukup besar di kalangan para penggemar K-drama internasional karena subtitle dari layanan VOD ini juga digunakan oleh beberapa situs bajakan. Bagaimana menurut kalian mengenai isu ini?

Sumber: (1) (2)

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.