Now Reading:
Produk Olahan Susu Bisa Menimbulkan Jerawat. Mitos atau Fakta?
Full Article 3 minutes read

Produk Olahan Susu Bisa Menimbulkan Jerawat. Mitos atau Fakta?

kholic.id – Kebanyakan orang akan menganggap bahwa susu dan produk olahan susu (dairy product) adalah sumber kalsium, protein, dan vitamin D yang baik untuk tubuh.

Hal yang disebutkan diatas memang benar, tapi menurut beberapa ahli, komponen dalam susu juga dapat meningkatkan produksi kelenjar minyak dan menyebabkan jerawat. Bagaimana penjelasannya?

– Hormon Utama yang Menyebabkan Jerawat

Jerawat biasanya mucnul di permukaan kulit yang disebabkan oleh hormon tubuh yang tidak seimbang. Ada 3 jenis hormon utama yang dapat memicu terjadinya hormon insulin, hormon insulin factor 1 (IGF-1), dan hormon androgen. Insulin dan IGF-1 adalah hormon yang menyebabkan jerawat, itu tergantung pada apa yang kamu makan, sedangkan sekresi hormon androgen berlebih sudah dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Jika kamu sering mengkonsumsi makanan karbohidrat atau glukosa dan berprotein tinggi, maka itu dapat menyebabkan peningkatan hormon insulin dan juga hormon IGF-1. Keduanya terkait untuk memicu produksi sebum berlebih, yaitu menyebabkan jerawat. Dengan meningkatnya hormon insulin dan IGF-1, hormon androgen-pun juga akan meningkat.

Efek dari hormon androgen berlebih akan mengakibatkan timbulnya sel kulit mati yang lebih cepat, sehingga sel kulit mati menyumbat saluran rambut kulit, efeknya akan lebih mudah timbul jerawat. Selain itu, proses pemulihan kulit menjadi lebih lambat dan jerawat dapat muncul kembali.

– Mengapa Produk Olahan Susu Bisa Menimbulkan Jerawat?

Foto: drjappedrosa

Menurut sebuah penelitian yang diterbirkan dalama Journal of American Academy of Dermatology, makan produk olahan susu akan mengalami masalah jerawat yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Konsumsi dairy product lebih signifikan untuk menyebabkan jerawat, tetapi berbeda dengan mengkonsumsi susu murni.

Produk olahan susu memiliki kemungkinan lebih untuk memicu timbulnya peningkatan hormon insulin dan IGF-1 sebagai pencetus timbulnya jerawat. Hal itu dikarenakan konsumsi produk olahan susu seperti yogurt, es kim, susu dengan prisa, dan susu rendah lemak cenderung memiliki gula lebih banyak dan dapat meningkatkan risiko peningkatan hormon insulin saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan manis lainnya.

Tingginya kadar insulin dan IGF-1 dalam darah akibat pola konsumsi tersebut akan memicu reaksi pertumbuhan sebum yang lebih cepat yang akan mempercepat pertumbuhan jerawat. Selain itu, jumlah protein dari susu juga dapat memicu kompleksitas masalah kulit melalui adanya inflamasi akibat peningkatan hormon androgen.

Meskipun demikian kedua hal tersebut lebih mungkin terjadi dengan adanya faktor penyebab lainnya seperti usia pubertas, kondisi kulit, infeksi bakteri dari lingkungan, dan kualitas pola makan secara keseluruhan. Konsumsi produk olahan susu mungkin bukanlah penyebab utama jika kamu memiliki jenis kulit berminyak yang lebih berisiko untuk timbulnya jerawat.

– Kurangi Konsumsi Produk Olahan Susu

Jika kamu terbiasa mengkonsumsi produk olahan susu secara rutin, maka kamu harus memperhatikan kualitas konsumsi pola makan secara keseluruhan. Kurangi konsumsi produk olahan susu dengan kadar gula berlebih atau atau seimbangkan dengan mengurangi asupan nasi putih dan roti.

Namun, jika kamu memiliki masalah dengan kulit, cobalah beralih ke pilihan produk yang tidak mengandung susu sapi, seperti susu kedelai atau susu almond. Kamu juga dapat mencoba keju dari susu kambing atau domba yang memiliki sedikit efek pada kulitmu. Selain mengurangi produk olahan susu, kamu juga harus memperlakukan kulitmu dengan skincare yang tepat agar terhindar dari jerawat.

Sumber: avoskinbeauty

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.