Now Reading:
Kenapa Korea Rayakan Chuseok dengan Songpyeon Bulan Sabit yang Beda dengan Mooncake?
Full Article 2 minutes read

Kenapa Korea Rayakan Chuseok dengan Songpyeon Bulan Sabit yang Beda dengan Mooncake?

kholic.id – Saat ini, Korea tengah merayakan hari Chuseok, hari raya untuk merayakan festival panen awal musim gugur.

Di tahun 2018, hari raya Chuseok dirayakan pada 23-25 September. Sama seperti di Indonesia saat hari Lebaran, di Korea saat Chuseok banyak penduduk yang pulang kampung dan bertemu keluarga selama tiga hari ini.

Hari panen raya yang berdasarkan kalender bulan ini juga dirayakan di beberapa negara dengan sebutan yang berbeda. Yang terkenal adalah di Tiongkok (China) yang dikenal sebagai Moon Festival (Festival Musim Gugur) dan di Jepang yang disebut Tsukimi.

Di hari raya ini, orang-orang Tionghoa di seluruh dunia merayakannya dengan memeriahkannya bersama mooncake atau kue bulan, sedangkan orang-orang Jepang merayakannya dengan kue dango. Sementara, orang-orang Korea merayakan Chuseok dengan songpyeon.

Penghormatan kepada para leluhur (charye) juga dilakukan saat hari Chuseok | Foto: Ist

Ketiga kue terkenal ini sama-sama merupakan kue manis yang menjadi makanan khas saat hari panen raya. Akan tetapi, kenapa bentuk songpyeon berbentuk bulan sabit atau bulan setengah, berbeda dengan mooncake dan kue dango yang berbentuk bulan seperti bulan purnama? Padahal, saat hari raya ini, bulan tengah berbentuk purnama.

Ada banyak hipotesis, beberapa mengatakan orang-orang Korea lebih menyukai hal-hal alami dibanding bentuk sabit (setengah) dengan potensi akan menjadi purnama, sedangkan purnama hanya bisa berkurang.

Faktanya, sejarah songpyeon lebih jauh ada saat masa Tiga Kerajaan. Selama masa Raja Uija kerajaan Baekje, di sebuah gambar kura-kura terdapat bacaan, “Baekje adalah bulan purnama dan Shilla adalah bulan sabit.” Kode ramalan ini diartikan Baekje akan runtuh dan Shilla akan bangkit — dan itu benar karena akhirnya Shilla mengalahkan Baekje. Setelahnya, orang-orang Korea lebih menyukai bulan sabit sebagai indikator harapan yang cerah.

Songpyeon sendiri di beberapa daerah di Korea memiliki bentuk dan ukuran yang agak berbeda. Saat hari raya Chuseok, semua keluarga menyantap kue ini sambil berharap masa depan yang cerah di malam bulan purnama.

Bagaimana Chingudeul? Sudah tidak bingung kan kenapa Songpyeon bentuknya bulan sabit, sedangkan mooncake dan dango bentuknya purnama?

Sumber: (1) (2)

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.