Now Reading:
Kasus Plagiat tvN ‘Hwayuki’ Berlanjut, Hong Sisters Kembali Dituntut
Full Article 2 minutes read

Kasus Plagiat tvN ‘Hwayuki’ Berlanjut, Hong Sisters Kembali Dituntut

kholic.id – Kehadiran drama tvN Hwayuki di layar kaca berhasil menghibur banyak penggemar, namun kisah mereka dituduh menjiplak bahkan kini dituntut oleh korban.

Penulis novel internet bernama Ttangbyeol (bernama asli Jung Eun Sook) tengah menuntut 2 penulis naskah Hwayuki, Hong Jung Eun dan Hong Mi Ran. Kasus ini berlanjut, meski serial sendiri telah berakhir awal Maret.

Kejadian bermula saat Ttangbyeol mengunggah persamaan novel ciptannya berjudul Aeyugi dan drama Hwayuki pada Maret lalu. Keduanya sama-sama diambil dari dongeng klasik Cina, Journey to the West.

Mengetahui hal tersebut, Hong Sisters merespon jika ia tidak pernah mendengar novel itu, dan kisah Hwayuki sudah memiliki konsep sebelum Aeyugi dirilis.

Foto: tvN

Baru-baru ini, Ttangbyeol mengumumkan lewat unggahan blog lain jika ia gagal menuntut Hong Sisters atas plagiat karyanya. “Aku mempermasalahkan plagiat secara hukum soal Hwayuki, karena aku medapat masukan [dari] profesional jika meski itu ide, mereka dilindungi oleh hak cipta. Ketika Hong Sisters, yang menulis Hwayuki, telah menyangkal semuanya, akhirnya secara formal aku mengajukan gugatan.”

Ia menambahkan, “Aku akan mengatakan sebanyak ini karena taku telah diberi tahun jika memposting informasi secara rinci bisa mempengaruhi persidangan. Tapi, aku akan mengungkapkan kalau kini ada 22 masalah yang diangkat dalam gugatan, yang bertentangan dengan hitungan asli 10. Di mana pun itu, keadilan akan terlihat di pengadilan.”

Studio Dragon sebagai perusahaan yang memproduseri Hwayuki, mengatakan telah menghubungi Hong Sister untuk meminta respon dari mereka.

Permasalahan juga sempat terjadi saat syuting Hwayuki berjalan. Seorang krunya mengalami kelumpuhan karena kelelahan dan jatuh saat bekerja. Tapi, kasus ini sudah memenjarakan 3 tersangka.

Sumber: Soompi

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.