Now Reading:
International Women’s Day 2018, Fenomena Gerakan #MeToo di Korea Selatan
Full Article 2 minutes read

International Women’s Day 2018, Fenomena Gerakan #MeToo di Korea Selatan

kholic.id – Tanggal 8 Maret dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional dan biasanya diramaikan dengan aksi protes bela kaum perempuan di seluruh dunia.

Di Korea Selatan sendiri, saat ini tengah ramai dengan fenomena gerakan Me Too yang merambah ke dunia media sosial lewat tagar #MeToo dan berlanjut dengan tagar #WithYou.

Di dunia hiburan Korea, sudah banyak kasus pelecehan seksual yang melibatkan para selebriti. Beberapa pelaku mengakui perbuatannya dan beberapa yang lain membantah tuduhan terhadapnya. Pihak kepolisian sendiri hari ini menyatakan bahwa sebanyak 31 tokoh terkenal tengah diperiksa terkait kasus pelecehan seksual.

Terungkapnya kasus ini menjadi titik terang bagi Undang-Undang mengenai kekerasan seksual. Hari ini (8/3), pemerintahan Korsel mengumumkan menambah hukuman maksimal penjara bagi pelaku kekerasan seksual dari yang awalnya maksimal 5 tahun menjadi 10 tahun. Pembatasan usia kasus dari yang awalnya 7 tahun, menjadi 10 tahun.

Aksi damai Me Too di Korsel | Foto: Ist

Untuk kasus pelecehan seksual dari yang awalnya maksimal 2 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. Pembatasan usia kasus pelecehan seksual dari awalnya 5 tahun menjadi 7 tahun.

Gerakan Me Too di Korea sendiri dipicu oleh seorang jaksa wanita yang mengungkapkan kasus pelecehan seksual oleh kolega seniornya. Kasus tersebut terjadi beberapa tahun yang lalu dan baru diungkap Januari lalu. Kasus ini pun mendorong korban-korban pelecehan seksual lainnya angkat bicara.

Meski gerakan Me Too di Korea ini telah memberikan hasil terhadap Undang-Undang mengenai kasus kekerasan dan pelecehan seksual, kaum perempuan di Korsel tetap mengalami dampak buruk. Sejumlah pegawai wanita mengaku bahwa pegawai pria berusaha menghindari mereka. Pegawai wanita yang lain bahkan mengakui bahwa pertemuan rutin pegawai di luar kantor hanya dihadiri oleh para pegawai pria saja.

Mudah-mudahan dampak negatif dari gerakan Me Too ini hanya sementara dan lingkungan masyarakat dalam memandang perempuan menjadi lebih baik, tidak hanya di Korsel, tapi juga di negara-negara lain termasuk Indonesia.

Sumber: (1) (2) (3)

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.